Saturday, 23 June 2012

tali temali


          Jadi begini ceritanya… Ini adalah ujung simpul dari temali kusut yang rata-rata dibahas oleh teman-teman saya saat berbincang, bercerita, sharing atau….. curhat. Saya juga sebenarnya agak bingung sih. Komitmen itu apa. Oke. Mari kita buka kamus besar bahasa Indonesia.

Dia bilang:
ko·mit·men n perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu.

       Saya akan coba untuk urai lagi. Keterikatan. Kata dasarnya ikat. Keterikatan, dalam persepsi saya, artinya suatu ketidaksengajaan yang berubah menjadi adiksi. Berbahaya yah =))
          Komitmen, pertama dia terikat, lalu akhirnya ada perjanjian tertentu. Kyaaa. Ada term of condition-nya. Harus disepakati bersama berarti. Tapi terkadang banyak orang yang langsung main checklist si “I’ve read the term of condition” tanpa benar-benar di read, lalu dengan terburu-buru dan merasa sanggup untuk memenuhi ‘perjanjian’ yang bahkan mereka tidak tahu isinya apa. Lalu berujung pada common bullshit. Jadi wajar saja menurut saya banyak pasangan, (atau saya lebih suka menyebutnya partner). Bertengkar untuk hal-hal yang sifatnya kecil. Protes untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Dan memperdebatkan hal-hal yang seharusnya bisa dibahas dengan lebh tenang.
      The thing is…. Mereka yang ragu, karena adanya pengalaman kurang mengenakkan dimasa lalu pada akhirnya bertanya pada saya. Isti bani. Yang menurut mereka bermasalah dengan komitmen, dan punya intimacy issue :|
Berlebihan.

Lalu terjadilah percakapan seperti ini pasca pembahasan hal-hal dimasa lalu (baca: curhat):

X: kamu.. akan menikah ga, ti?
I: Akan. Dan akan menyenangkan.
X: aku aja ga yakin. Kok kamu yakin gitu?
I: haha, maksudnya apa.
X: kamu kan takut komitmen.
I: pffft….. bitch please.

          Potongannya kira-kira begitu lah. Panjangnya saya enggan untuk menjabarkannya lebih lanjut, karena ujungnya saya akan banyak tertawa. Menertawakan diri sendiri, tentu saja. Mungkin dimata beberapa teman saya akan terdengar naif dan klise. Tapi… entah mengapa saya memang yakin saya akan bertemu dengan partner yang memenuhi hampir semua dari list di ideal type saya. Lalu menjalani hidu sebagai partner yang menyenangkan dan tepat guna.
          Mereka mungkin bilang mereka tidak yakin akan menemukan pasangan yang tepat, lalu saya akan berasumsi bahwa mereka tidak yakin akan menemukannya karena mereka sendiri tidak yakin dengan apa yang mereka cari.
       Sedangkan saya, rasanya saya cukup yakin. saya ingin berakhir menghabiskan hidup dengan partner yang seperti apa. Mungkin. Mungkin tidak akan berubah lagi. Atau mungkin berubah. Tergantung situasi. Saya kan anak perempuan situasional. Selalu berusaha untuk beradaptasi, atau memaksa lingkungan untuk beradaptasi dengan saya. Jadi, mungkin list di ideal type saya akan berubah seiring situasi, atau situasinya yang berubah. Kita tidak pernah tahu kan. Atau mungkin bahkan dia, ideal type saya ini sedang membaca tulisan saya yang kurang jelas ini. Hahahahaha..
     Jadi ideal type saya sedikit banyak berubah sejak pembahasan kita terakhir disini mengenai hal itu, sekitar satu tahun yang lalu. Yah satu tahun lebih lah.
          Saya rasa sekarang banyak yang berubah, saya pun berubah. Dalam beberapa hal saya menjadi lebih dewasa dan dibeberapa hal lain saya jadi lebih santai. Hubungan saya dengan oka-san juga lebih manis. Dan banyak ideal type saya pada akhirnya tersublimasi juga dengan ideal type oka-san. Santai. Yang penting tepat guna.
          Actually, beberapa dari list ideal type itu sebenernya adalah hal-hal yang ga masuk akal. Hal-hal sederhana yang secara unconscious membuat saya tersenyum. Hal-hal mendasar, atau detail-detail kecil.
Seperti…

  • Mau cuci piring sebelum tidur
  • Mengerti dongeng
  • Bukan eskapis
  • Golongan darahnya O atau AB
  • Bertoleransi dengan dosis kopi saya
  • Suaranya enak didengar
  • Banyak tertawa


….
….
….
And so on.

         Masih banyak hal-hal kecil lain. Beberapa masih sama seperti saat saya duduk di bangku SMA :)
       Satu lagi, mungkin karena saya adalah seorang aquarius, saya sangat…. Membutuhkan kebebasan, independensi. Biarkan saya memiliki otoritas. Dalam berhubungan pun saya tetap membutuhkan hal ini. Tapi percaya, independensi dan otoritas yang saya punya tidak akan membuat saya berlari, pergi, atau mendominasi. Saya hanya butuh sedikit jarak untuk bernafas. To keep things on my own.
      Partner yang bisa menjadi sahabat yang baik adalah hal yang sangat penting juga. Buat saya, mereka yang berjalan di jalan sebelah kananlah yang seharusnya menyebrang ke sebelah kiri. Bukan dari kiri, menyebrang ke kanan. Berbahaya, jalurnya beda, aturannya juga beda :|

"To have a boyfriend with boy friend’s materials."

Er.. kira-kira begitu.
yang bisa diajak berbagi lirik lagu i will follow you into the dark :)
Okay. nuff said i guess.

see you :) 

Thursday, 31 May 2012

FAQ : who are you?


Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bisa membantu kamu menemukan tujuan hidup kamu…

1.       Apa yang membuat kamu tersenyum? (aktivitas, event, hobi, orang-orang, proyek, dll)
Hm…. Aktivitas. Saya banyak tersenyum ketika ngopi (klise). Tapi serius deh. Saya jadi pribadi yang lebih menyenangkan pasca kopi. Saya suka acara pameran, gig kecil yang menyenangkan. Saya suka mengobrol lama-lama di taman belakang sambil ngopi. Berbincang tentang apa saja. Saya suka merayakan sesuatu, merencanakan merayakan sesuatu. Saya suka baca. Saya suka menulis. Saya suka dongeng, saya suka mitos. Menggambar ketika depressive, dan jalan kaki ketika merasa begitu sendirian. Saya suka orang-orang yang santai dan menyenangkan. Berpikir progressive tapi ngga terburu-buru dan tetap berpandangan terbuka.

2.     Apa hal yang paling kamu suka lakukan di masa lalu? Bagaimana dengan sekarang?
Dulu saya paling suka pergi latihan teater. Itu sekitar delapan taun atau sepuluh tahun lalu, hehe. Berteriak dan bermain peran menjadi orang lain. Sejenak keluar dari diri sendiri dan bertransformasi. Kalau sekarang saya udah ngga main teater lagi. Berusaha untuk menulis naskahnya, dan pergi nonton teater kalau ada kesempatan. Remembering the good old time :) *sob*

3.       Kegiatan apa yang membuat kamu lupa waktu?
Er…. Jelas-jelas. Membaca. Saya lupa waktu kalau udah pegang buku. Bisa sangat menyebalkan karena jadi lupa makan dan tidur. Dan lupa bales sms hahahaha. Itu kalau bukunya menyenangkan tentu saja. Saya juga lupa waktu kalau udah pergi ngobrol di coffeeshop atau coffee and library sama orang yang menyenangkan. Orang menyenangkan versi saya beragam.

4.       Apa yang membuat kamu merasa hebat?
Hmmm pertanyaannya rancu kalau di translate ke bahasa Indonesia. Kesannya jadi narsis kalau saya jawab. Hahahaha. This is the real question: “what makes you feel great about yourself?”
Jawabannya ada beberapa. Saya mampu mengontrol emosi saya. Sumbu saya panjang, atau dalam kata lain, ngga gampang tersulut emosi. Untuk ukuran perempuan yang distereotipkan emosional, saya terhitung logis dan objektif. Dalam masalah yang menyangkut diri sendiri pun saya cenderung detach dari emosi dan berdikap seobjektif mungkin. Saya sociable walaupun sarkatis dan terkadang cuek. Tapi saya bisa jadi sangat peduli. Saya mandiri (oke, mungkin beberapa bakal teriak, “Ti, kamu manja!!! Ga sadar diri!”) hehe, defense: saya manja sama orang-orang tertentu :p

5.       Siapa yang menginspirasi kamu? (keluarga, teman, penulis, artist, siapa aja)
Maybe sounds cliché, tapi yang paling mengispirasi saya ya oka-san. Ibu saya keren parah :). Dia perempuan termandiri, terkuat, tersabar, dan ter-woles yang saya kenal. Memang di beberapa point dia ga woles dan begitu terburu-buru. Dengan pola yang kadang menurut saya konvensional, tapi da gimana lagi. Memang gitu, itu bawaan generasi. Tapi ibu sabar banget (punya anak macam saya dan kaka saya), tapi still breathing. Alhamdulillah.
Hm… saya ngga terlalu fanatic sama orang lain, tapi saya mengagumi kegigihan pramoedya ananta toer, dan dewi lestari. Atau kerandoman roadh dahl, dan kelembutan H.C Anderson. Dan ke-quirky-an Tim Burton. Dia ga peduli orang mau bilang apa, yang penting dia berkarya.

6.       Apa bakat kamu?
Err… the question was: “what are you naturally good at?”. Honestly, what am I naturally good at is sleeping in no proper time. Hahahhaha. Tapi…. Mungkin bakat saya secara natural adalah bicara. Hehe. art of conversation. Gitu kira kira. Linguistic lah istilahnya. Saya rasa saya bagus secara verbal maupun nonverbal. Tapi mungkin verbal saya bias sama sarkatis saya,jadi kadang ga enak didenger. Padahal itu sarkas Cuma bercanda. Apalagi kadang saya suka berdebat yang ga jelas, pointless, hanya karena saya pikir itu lucu. Atau saya melakukan itu untuk teasing. Hehe. Maap :D
Saya ga main musik, dan ga jago olahraga. Saya Cuma bersepeda, itupun jarang-jarang. And most of the time, running. Berlari. Dari kenyataan. Hahahahaha. No, no seriously.
Mungkin I’m good at organizing and planning things. *angkat kerah baju, feels like a boss.*

7.       What do people typically ask you for help in?
Udah desperate dan memutuskan buat berheti mentranslate pertanyaan-pertanyaan. Biasanya….. orang meminta bantuan saya untuk perkerjaan-pekerjaan yang membutuhkan kreativitas dan perencanaan, seperti: mengurus atau merencanakan sebuah acara. atau memilihkan kado yang tepat untuk orang yang tepat. merencanakan sebuah kejutan, ide apa yang bagus. Menulis. Atau arrange things. Dan… ofcourse mereka minta dibacain tarot (errr..)

8.       If you had to teach something, what would you teach?
Hm…. Saya akan mengajar… mata pelajaran… apresiasi. Kalaupun ada mata pelajaran atau matakuliah macam itu. saya ingin membawa orang-orang untuk berjalan, dan melihat sisi baik disetiap hal. What the good thing in everything. Dalam masalah, dalam ketidakteraturan. Dan lain-lain. Pergi nonton film, lalu mendiskusikan filmnya sambil tertawa atau menangis. Pergi ke pameran dan menginterpretasikannya sendiri. Pergi ke konser, teater, dan melihat refleksi diri sendiri ada diatas panggung. Menghargai hal-hal kecil dan berkembang dari sana. Mungkin saya ingin mengajarkan itu.

9.       What would you regret not fully doing, being or having in your life?
Saya menyesal saya berhenti main teater ketika smp dengan alesan di sekolah ngga ada ekskur teater. Lame banget. Dan saya juga menyesal saya berhenti main basket, dengan alesan nenek khawatir saya jatuh pasca operasi. Oleh karena itu, sekarang saya akan mensubtitusinya. Saya akan menulis dengan serius. Dan belajar dengan serius juga. Karena mungkin saya akan sangat menyesal kalau saya berhenti menulis. Katarsis dimana lagi, bro? bahaya.

10.    You are now 90 years old. Sitting on a rocking chair outside your porch. You can feel the spring breeze gently brushing against your face. You are blissful and happy, and are pleased with the wonderful life you’ve been blessed with. Looking back at your life and all that you’ve achieved and acquired, all the relationships you’ve developed, what matters to you most? List them out.

  •     My family. (especially oka san and abim)
  •     My friends
  •     Love ones
  •     Intellectual status
  •     Quality in what I’ve take a part in
  •     Recognition (people’s respect)
  •     Economic security

11.    What are your deepest values? Select 3 to 6 and prioritize the words in order of importance to you.

  •     Creativity
  •     Independence
  •     Power and authority
  •     Security
  •     Close relationships
  •     Knowledge
In order of importance: independence, security and knowledge.

12.    What were some challenges, difficulties and hardships you’ve oversome or are in the process of overcoming? How did you do it?
        Pertanyaannya sama pertanyaan praktikum interview yang dibuat sama anak-anak yang ngambil topik efikasi diri alias self efficacy. Hmm lemme think. Difficulties….. apa yah? Bingung. Jadi gini ceritanya…. Em… tetep bingung. Saya bukan tipe orang yang berpikir kesulitan adalah kesulitan. Ibaratnya kesulitan adalah jarak. Ya kalau tingkat kesulitannya tinggi, berarti itu jaraknya jauh. Kalau jauh ya udah, santai aja. Terus jalan. Suatu hari nanti akan sampai. Tujuan kan Cuma check point. Ketika kita sampai ke tujuan itu, aka nada tujuan lain. Dan kalau ngga sampai pun, tetap akan ada hal yang kita peroleh. Jadi? Bagaimana saya melakukannya? Santai. Carry on. Keep walking.

13.    What causes do you strongly believe in? connect with?
     Pertanyaan yang susah. Apa yang saya percayai?  Dengan sungguh-sungguh…. Hm…. Rese nih list pertanyaan. Bikin mikir. Makin lama makin susah pula. Apa ya. Hm……….. kepercayaan saya. Ilmu yang sedang saya pelajari. Apa lagi? Paling itu, value yang saya tulis di nomer 11.

14.    If you could get a message across to large group of people. Who would those people be? What would your message be?
     Ofcourse they would be young folks. Hahaha. Dan pesan saya mungkin akan : “SANTAI, BACA DULU, BRAY”. Maksud saya baca bukan cuma buku loh. Ya bagus sih buku. Tapi maksud saya disini, sebagai generasi selanjutnya, next generation di era postmodernisme ini….. kita harus pinter baca. Baca kode, situasi, kondisi, keadaan situasional sebelum mengambil sebuah keputusan dan kesimpulan. Please people, misinterpretation could ruin people’s life. Jadi? Santai. Jangan terburu emosi. Coba dianalisis secara lebih komprehensif… (cieeeeeee.) :| :| :|

15.    Given your talents, passions, and values. How could you use these resources to serve, to help, to contribute?
I’m kinda waiting this question. Saya akan belajar dengan lebih rajin. Lebih sering baca pemikiran orang-orang hebat. lalu berusaha dengan giat, keras, tekun, untuk menjadi seorang ilmuwan psikologi (mari amiinkan doa saya hehe), sekaligus psikolog yang tepat guna dan peka terhadap isu-isu social. Mampu untuk mendengarkan-memahami-dan berjuang untuk perubahan. Perubahan ke arah mana isti? Kearah yang lebih baik tentu saja :) (meskipun baik atau tidaknya itu tergantung pemahaman dan persepsi masing masing (er, i hate this statement) individu. Tapi, mari berusaha terus untuk menjadi pribadi yang mandiri dan bisa membantu orang lain menjadi mandiri. #tsaaaaaaaah #sokbetul.

p.s: saya nulis ini beberapa hari. pertanyaan 1-10 sambil ngopi. 11-15 ngga distimulus kafein. dijawab sambil hening di kamar. mencoba serius, tapi nampak ga begitu berhasil.
p.ss: laporan praktikum interview udah selesai. (tapi belum tau revisi apa ngga).
p.sss: katanya, kalau kesel simpen dipohon. biar ngga jadi psikosomatis, lalu migrain.
p.ssss: alhamdulillah :) 
p.sssss: bentar, bani refill cangkir kopi dulu.

Thursday, 29 March 2012

Teenage Heartthrob



Palmz - Teenage Heartthrob

I’d keep loving flowers though I know they’d be withered.
You’d keep loving stars and moon though they’d slip away by the morning.
We’d keep loving each other though we know that one of us
would be gone someday
Do you know why so many people get so miserable when the rain’s falling?
That’s because love is also a cycle.
How a stranger comes and turns into a lover,
Then lover would be gone away
And turns into a stranger eventually.
Sadly feel the happiness.
Maybe I’ll burry you deep in silence heart
Not in this world that would never understand.


p.s: terimakasih, 100 hari yang menyenangkan sekali. seperti bertemu dengan tokoh dongeng yang hanya ada dikepala saya, tomat dan ketimun.

Sunday, 26 February 2012

sekuritas

Tepat pukul 20:51 kemarin, 25 februari 2012, saya sedang menangis. Air matanya lumayan banyak, dan susah nafas. Beneran susah nafas. Sumber sekuritasnya hilang. beneran, literally. i lost my bag. Dan semuanya ada disitu. Dompet, ponsel, buku, payung, tempat pensil, handsanitizer, dan masih banyak lagi. Dia ilang pas lagi solat disalah satu mall di Bandung. salah saya sih. sedikit. teledor.

And I still feel numb. Keselnya udah hilang, tapi masih bingung mau ngapain. Dan barely couldn’t feel and couldn think. Semoga akan segera baik-baik aja. Semuanya. Belom bisa cerita banyak. Soalnya masih bingung. Banyak tugas tapi belom bisa think clearly. Dia tugasnya kode etik psikologi bab 11 tentang asesmen. Kode etik. Kode. Kode. KODE!

And out of the blue... bytheway saya kangen sama blognya. Dia selalu manis sama saya. Padahal saya juga kurang tau ini si blog jenis kelaminnya apa. Mungkin dia unisex kaya cacing platypus. Cacing itu ajaib ngomong-ngomogn. Tuh kan, apa saya bilang, dia baik. Selalu dengerin, dengan sabar. Saya mau blabbering apa juga dia ga peduli. Cuma senyum sambil ngangguk-ngangguk. Kadang benerin poni, dan menyesap teh-nya. Lalu sedikit mengomel soal kopi saya. Tapi selalu komentar kalo kopi saya wanginya enak. Blognya baik juga. Kalo saya nangis didepan dia, dia ngga pernah cerita kesiapa-siapa kalau saya lagi nangis. Cuma puk puk sedikit, dan jutekin. Kalo saya dijutekin dia malah pengen nyengir. Gimana ngga, semua yang saya mau buang ada di dia. Setiap ingin move on, dia yang puk-puk. Atau malah sengaja, nyalain lagu-lagu sialan yang liriknya seolah-olah ditulis dari ceritaku. Lalu nyinyir dan bilang, “ini ceritaku, apa ceritamu? Sama yah? Hahahaha ciyan.” Memang minta ditoyor kadang-kadang si blog. annoying tapi perhatian.

Balik curhat lagi, jadi kemarin totally ngerasa ga aman :( :( :( dunia ga aman. Bingung dan cemas. Cemas banget. Gasuka keliatan kehilangan otoritas atas diri sendiri. Gasuka banget. Kelihatan lemah dan menunjukkan terlalu banyak emosi. Meskipun didepan orag yang udah bareng-bareng sama saya beberapa lama. Tapi tetep aja. Kehilangan otoritas itu adalah hal yang sangat……. Menyebalkan. And that authority lead to security. Gila. Kalau misalnya udah ngga ngerasa secure lagi, orang harus ngapain. Histeris. Ngerengek banyak, dan jadi wonderfully stubborn. Lebih keras kepala dari biasanya, dan bounderiesnya sumpah susah ditembus. Kemarin dikasih ultimatum, dan bĂȘte. Diminta buat ngalahin ego sendiri, “please bani, jangan keras kepala, kalahin ego kamu.”. Dan, ingin tanam kuku di lengan. Ego, yang kemarin tiba-tiba keras. Kesel. Kesel.

As I told you, I don’t like feels insecure. Dan, dikasih ultimatum itu kesel. Tapi memang saya yang nyebelin duluan, nyebelin dan ga masuk akal. Ternyata bener apa yang bayu bilang suatu hari sekitae 2 minggu atau tiga minggu yang lalu di cc pas ngobrol sama saya, disela-sela kopi. Kadang, prinsip saya yang gak jelas yang bikin saya sakit sendiri. Gloomy sendiri.

Sekarang lengan sama kakinya ungu ungu. Macam korban kdrt. Gila kan. Ga ngerti kenapa. Maafin. Saya emang egois dan self centre kadang-kadang. Apa sih sekuritas sebenernya. Dia yang orang orang cari. Dan saya juga. Secara absurd saya akan ngerasa aman, kalo saya punya hand sanitizer, tissue, mukena, ama buku didalem tas. Simple things to accommodate me to escape from reality sometimes………….. dan kemarin ngerasa all ability and my authority slipped away…

Gamau bahas. Saya balik lagi mungkin beberapa hari lagi. Bahas semuanya. Maaf, ka. Makasih juga.

Tuesday, 25 October 2011

Rabita, sembuh secepat kilat

sekita dua minggu yang lalu, rabita cherry-ku jatuh. jatuh dari gedung fsrd ITB lantai 2, tempat dia biasa melukis. and hell no, its not a suicide attempt. diluar dugaan rabita cepat sembuh, masih harus terapi, tapi akan baik-baik saja. kemarin sempet bulak-balik hampir setiap hari ke rumah sakit buat jengukin dia di sela kelas, atau pas pulangnya, walaupun senyumnya ga simetris, dia tetap seceria dan sepecicilan biasanya.






liat, tetep centil, hahaha. dan terus nanya, "diluar ada kak ***** ga yah?" sayang sama rabita. dan dalam kondisi kaya gini pun, ritual denger lagu kita tetep menyenangkan. blossom dearie, haha.

p.s: makanan rabita enak-enak :)))))